Kampung Waroser

Distrik Oransbari

Kabupaten Manokwari Selatan

Papua Barat

Kampung Waroser dalam Gerakan Nasional Program Kampung Iklim (Proklim)

Updated on March 13, 2020

 

Pemerintah Kampung Waroser, waroser.com— Dalam Pertemuan Pertama (Selasa, 19/03/2019) dan Kedua (Sabtu, 22/02/2020) yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manokwari Selatan, Pemerintah Kampung Waroser mengambil bagian dalam Sosialisasi Gerakan Nasional Program Kampung Iklim (Proklim) Kabupaten Manokwari Selatan dan Bimbingan Teknis Sistem Registri Nasional (SRN) Proklim, dalam hal ini Kepala Kampung Waroser, Semuel Waromi telah mengeluarkan Surat Keputusan Pembentukan Tim Proklim Waroser dan berpartisipasi dalam Program tersebut.



Disela-sela Bimbingan Teknis Sistem Registri Nasional (SRN) Proklim, Kampung Waroser yang diwakili oleh salah satu Penanggung Jawab Tim Proklim Kampung Waroser, Benjamin Epipanus Inggesi menerima Piagam Apresiasi Partisipasi Proklim dalam mengembangkan Program Kampung Iklim Kategori Madya yang diserahkan oleh Kepala Distrik Oransbari, Yakobus Frits Ramar.



Kampung Waroser menjadi salah satu Kampung yang berpartisipasi dalam Kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim), Langkah ini diambil karena Proklim adalah sebuah Program Nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan partisipasi publik, serta pemangku kepentingan lainnya, dalam memperkuat kemampuan adaptasi mereka terhadap perubahan iklim, dan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Program ini juga bertujuan untuk memberikan pengakuan terhadap program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang ada, yang telah berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan sesuai dengan situasi setempat. Mungkin ada sebagian warga Kampung Waroser yang belum paham apa itu Adaptasi dan Mitigasi, Untuk lebih jelasnya apa itu Adaptasi dan Mitigasi akan dijelaskan dibawah ini.



Kepala DHL Mansel, Mohammad Amir Menjelaskan pentingnya Proklim bagi Kampung



Adaptasi diartikan sebagai upaya menyesuaikan diri dengan lingkungan. Prosesnya dilakukan dengan merespon perubahan agar tetap dapat bertahan. Contohnya, adalah mangrove yang tumbuh di daerah berkadar garam tinggi dan tergenang pasang surut laut. Kamu harus tahu, bahwa semua makhluk hidup harus bisa melakukan adaptasi. Bahkan, bidang pertanian dan sektor produksi pangan. Contoh Adaptasi Perubahan Iklim di Bidang Pertanian dan Produksi Pangan



  1. Memberi lebih banyak peneduh, atap, aliran udara, di lumbung pangan untuk melindungi hasil panen

  2. Mengembangkan varietas tanaman yang lebih toleran terhadap panas, kekeringan, banjir dan hujan lebat.


Lalu, bagaimana dengan sumber daya air? Apakah butuh beradaptasi juga jika terjadi perubahan iklim? Tentu saja! Seperti contoh antara lain, meningkatkan efisiensi penggunaan air, membangun kapasitas tambahan penyimpan air, serta memulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk melindungi sumber daya air, sedangkan


Mitigasi Merupakan upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Sebab kita semua tahu dampak lingkungan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan merupakan bagian dari gejala alam. Jika tidak dilakukan mitigasi, maka bisa saja bencana alam terjadi. Makanya, kita harus tahu contoh-contoh mitigasi berikut ini.


ada kasus bencana gempa bumi yang pernah terjadi di kampung kita, kita perlu membuat bangunan yang tahan gempa serta sistem peringatan dini, sehingga kamu bisa segera melakukan evakuasi jika diperlukan. Selain itu, jika ada perubahan iklim di pantai, kegiatan mitigasi yang dapat dilakukan antara lain melestarikan lahan basah dan membuat ruang terbuka untuk melindungi masyarakat pesisir dari banjir, erosi, badai, dan kenaikan permukaan air laut.



Kampung Waroser terdaftar dan berpartisipasi dalam Sistem Registri Nasional



Untuk mempertahankan upaya-upaya tersebut dalam beradaptasi dan memitigasi perubahan iklim, Pemerintah Kampung Waroser membutuhkan dukungan dan pemberdayaan masyarakat, kebijakan dan peraturan yang relevan, pendanaan, partisipasi gender, kapasitas publik, dan dukungan dari para pemangku kepentingan eksternal termasuk pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah, dan akademisi, institusi.


Ini penting untuk memastikan bahwa program pemberdayaan dan partisipasi masyarakat efektif dan tepat sasaran, dan karenanya akan terus menciptakan nilai-nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta membantu mengurangi risiko bencana terkait iklim. “Kita jaga Alam, Alam jaga Kita, Mari jaga Alam dari hal yang terkecil yang bermanfaat” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mansel, Mohammad Amir serta menutup Kegiatan tersebut.

...


komentar:

Login Khusus Operator Kampung Waroser

-Sistem Administrasi Informasi Kampung Waroser-

kampungwaroser@gmail.com